Sabtu, 29 April 2017

Payung Teduh

Tanggal 28 April atau tepatnya semalam, ku datang ke acara Unnes Night Festival 2017  yang diadain sama kampus Unnes sekaran, Semarang. Dari pertama announcement, udah sangat antusias karena guestnya Payung Teduh! Yes, ada beberapa bintang tamu lain selain mereka, tapi yang paling disukai ya ini Payung Teduh.

Buat beberapa orang, termasuk cowok gue yang ikut nemenin semalem, Payung Teduh memang agak ‘asing’ tapi percayalah musik band retro jazz ini patut didengar. Ngantuk, bosenin, kesan awal pas pertama denger emang kebanyakan kayak gitu. Pengalaman sendiri juga mesti didenger berulang ulang sambil meresapi liriknya baru akan terasa “asyik” dan bisa mulai nikmati lagu-lagunya.
Teduh. Adem. Kalem. Menenangkan hati.  Lirik yang mendalam dan gak berkesan “murahan” yang biasanya gue temuin di lirik lagu-lagunya katakanlah padi, letto (oh I miss them so much!) bakal lo dapetin di karyanya Payung Teduh. 

Ada satu lirik di salah satu lagu payung teduh kesukaan gue, Angin Pujaan Hujan, yakni
“Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara”

Nelangsa. Sendirian. Gambaran seseorang yang merindukan punya pasangan atau mereka yang terjebak di cinta bertepuk sebelah tangan, I guess. Tapi dikemas dengan aransemen musik yang ceria, jadi gak keliatan banget kalo itu lagu mellow.
Atau tentu saja lirik di lagu hitsnya, Untuk perempuan yang sedang berada dalam pelukan :
“Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya” (Gombal banget dah ah! :P)
dan
“Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya”

Menurut gue ini gambarin kondisi jatuh cinta yang syahdu, pret ah, yang diam-diam menyiksa, yang penuh dengan rasa penasaran tapi  malu tapi mau, halah. Gue suka cara mereka menggambarkan suasana hati yang dituangkan dalam lirik melalui bahasa yang gak frontal alias bikin pendengar mikir dulu. Gambaran yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang melalu proses mendengarkan dengan hati. Lol

Dan semalem, saat sing along dengan penonton lainnya, gue berasa masuk ke ruang lain. Ruang yang jauh dari kebisingan, ruang penuh kedamaian, suatu ruang yang saat lo masuk seketika penat lo reda, capek lo hilang, semangatpun terbaharukan. Pertamina kali ah.

See you when I see you, Payung Teduh!  

PS : Gak sempet jeprat jepret karena keterbatasan kualitas hengpong :(((




Tidak ada komentar:

Posting Komentar