Tanggal 28 April atau tepatnya semalam, ku datang ke acara
Unnes Night Festival 2017 yang diadain sama kampus Unnes sekaran, Semarang. Dari
pertama announcement, udah sangat antusias karena guestnya Payung Teduh! Yes,
ada beberapa bintang tamu lain selain mereka, tapi yang paling disukai ya ini
Payung Teduh.
Buat beberapa orang, termasuk cowok gue yang ikut nemenin
semalem, Payung Teduh memang agak ‘asing’ tapi percayalah musik band retro jazz
ini patut didengar. Ngantuk, bosenin, kesan awal pas pertama denger emang
kebanyakan kayak gitu. Pengalaman sendiri juga mesti didenger berulang ulang
sambil meresapi liriknya baru akan terasa “asyik” dan bisa mulai nikmati
lagu-lagunya.
Teduh. Adem. Kalem. Menenangkan hati. Lirik yang mendalam dan gak berkesan “murahan”
yang biasanya gue temuin di lirik lagu-lagunya katakanlah padi, letto (oh I
miss them so much!) bakal lo dapetin di karyanya Payung Teduh.
Ada satu lirik di salah satu lagu payung teduh kesukaan gue,
Angin Pujaan Hujan, yakni
“Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara”
Nelangsa. Sendirian. Gambaran
seseorang yang merindukan punya pasangan atau mereka yang terjebak di cinta
bertepuk sebelah tangan, I guess. Tapi dikemas dengan aransemen musik yang
ceria, jadi gak keliatan banget kalo itu lagu mellow.
Atau tentu saja lirik di lagu hitsnya,
Untuk perempuan yang sedang berada dalam pelukan :
“Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin
karena kau sedang cantik-cantiknya” (Gombal banget dah ah! :P)
dan
“Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah
pelariannya”
Menurut gue ini gambarin kondisi jatuh
cinta yang syahdu, pret ah, yang diam-diam menyiksa, yang penuh dengan rasa
penasaran tapi malu tapi mau, halah. Gue
suka cara mereka menggambarkan suasana hati yang dituangkan dalam lirik melalui
bahasa yang gak frontal alias bikin pendengar mikir dulu. Gambaran yang hanya
bisa dirasakan oleh orang-orang yang melalu proses mendengarkan dengan hati. Lol
Dan semalem, saat sing along dengan
penonton lainnya, gue berasa masuk ke ruang lain. Ruang yang jauh dari
kebisingan, ruang penuh kedamaian, suatu ruang yang saat lo masuk seketika
penat lo reda, capek lo hilang, semangatpun terbaharukan. Pertamina kali ah.
See you when I see you, Payung Teduh!
PS : Gak sempet jeprat jepret karena keterbatasan kualitas hengpong :(((